Pages

Thursday, October 31, 2019

Karya Tulis ( SMK SATRIA )


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
         Kesulitan manusia dalam menyelesaikan masalah pada intinya bersumber pada dua sebab yaitu karena mereka tidak tahu cara memecahkan masalah atau karena kekurangan fakta yang mendukung berhubungan dengan masalah tersebut (Hadi, 2000 : 1). Perkembangan teknologi dewasa ini tidak terlepas dari upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan manusia yang senantiasa bertambah dan kelangkaan sumber daya pemuas kebutuhan telah mendorong manusia untuk dapat menciptakan suatu cara yang efektif dan efisien dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.
        Perkembangan kehidupan manusia yang terjadi dewasa ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi yang ada. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi maka perpindahan informasi dari satu tempat ke tempat lain tidak lagi membutuhkan waktu yang lama. Perpindahan informasi dapat terjadi apabila terdapat interaksi antara dua pihak atau lebih. Interaksi ini diwujudkan dengan aktifitas komunikasi yang dapat terjadi baik secara lisan maupun secara tertulis. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi maka interaksi lisan maupun tertulis ini dapat terjadi tanpa harus bertemunya dua pihak atau lebih secara langsung (tatap muka) untuk melaksanakan aktifitas komunikasi tersebut.
         Perkembangan teknologi komunikasi selain dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktifitas individual juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung efektifitas dan efisiensi kegiatan organisasi. Dalam organisasi swasta maupun instansi pemerintah, aktifitas komunikasi memegang peranan yangsangat penting. Komunikasi internal maupun komunikasi eksternal dalam organisasi berfungsi untuk mendukung tercapainya tujuan organisasi. Dengan adanya komunikasi diharapkan terjadi interaksi dua arah yang berimbas pada terjadinya perpindahan informasi. Perpindahan informasi yang baik terjadi apabila tidak terdapat kesalah pahaman antara informan dengan pihak yang menerima informasi terhadap informasi yang dimaksud. Oleh karena itulah dibutuhkan metode dan alat komunikasi yang tepat guna mendukung tercapainya komunikasi organisasi yang baik.
        Seiring dengan berkembangnya zaman, teknologi komunikasi berkembang begitu pesat dengan banyak bermunculannya berbagai alat telekomunikasi atau perhubungan yang canggih, seperti; telepon, seluler, televisi, radio, telegram, faksimile dan lain sebagainya, namun masih ada komunikasi tertulis yang tidak dapat dilupakan keberadaannya, bahka masih tetap kokoh terpakai seolah tak bisa tergantikan oleh berbagai peralatan komunikasi yang canggih itu, komunikasi tertulis tersebut adalah surat.
         Surat adalah sehelai kertas atau lebih yang digunakan untuk mengadakan komunikasi secara tertulis (Silmi, 2002 : 1). Surat masih digunakan sampai sekarang karena surat memiliki kelebihan dibandingkan dengan sarana komunikasi lainya kelebihan tersebut karena surat lebih praktis, efektif dan ekonomis. Surat selain berfungsi sebagai alat komunikasi juga berfungsi sebagai pengingat, bahan bukti hitam diatas putih yang memiliki kekuatan hukum, sumber data, alat pengikat, jaminan, wakil, alat promosi.
       Dalam suatu lembaga baik swasta maupun pemerintah dalam melakukan kegiatannya tidak terlepas dari kegiatan surat-menyurat atau korespondensi, maka dari itu pada suatu perusahaan atau instansi kegiatan surat menyurat harus mendapatkan perhatian yang sungguh, karena isi dari surat pada perusahaan atau instansi akan menjadi sarana pencapaian tujuan dari perusahaan/ instansi yang bersangkutan, maka dari itu perlu adanya pengelolaan surat. Dalam suatu organisasi/ perusahaan surat menurut prosedur pengurusannya dibedakan menjadi dua yaitu surat masuk dan surat keluar. Surat masuk adalah semua jenis surat yang diterima dari instansi lain maupun perorangan, baik yang diterima melalui pos maupun yang diterima dari kurir dengan mempergunakan buku pengiriman / ekspedisi. (Wursanto,1991: 108), sedangkan pengertian surat keluar adalah surat yang sudah lengkap (bertanggal, bernomor, berstempel, dan telah di tandatangani oleh pejabat yang bewenang) yang dibuat oleh suatu instansi, kantor, atau lembaga untuk ditujukan/ dikirim kepada instansi, kantor atau lembaga lain. (Wursanto, 1991: 144). Prosedur pengelolaan surat keluar yang baik meliputi; pengelompokkan surat, membuka surat, pemeriksaan surat, pencatatan surat dan pendistribusian surat, sedangkan untuk surat keluarmeliputi; pembuatan konsep, persetujuan konsep, pengetikan surat,pemberian nomor, penyusunan surat, pengiriman surat. (Widjaja, 1990 :30).
         Seperti halnya di kantor Kementrian Agama RI merupakan instansi Pemerintah yang menpunyai peranan penting dibidang pendapatan daerah, Pada Kantor Kementrian Agama RI surat merupakan sarana informasi,sumber data dan komunikasi yang penting didalam pencapaiaan tujuan yang diinginkan. Prosedur pengelolaan surat pada kantor Kementrian Agamna RI pelaksanaannya dilakukan berdasarkan petunjuk teknis pengelolaan surat masuk dan surat keluar, Di dalam pengelolaan suratnya asas yang digunakan adalah didasarkan pada asas sentralisasi yang artinya bahwa surat yang masuk dan keluar melalui satu pintu. Namun didalam realisasinya masih tedapat sedikit ketidaksesuaiaan dengan petunjuk teknis pengelolaan surat masuk dan surat keluar.
       Dari uraian konsep diatas dapat diketahui mengenai pentingnya peranan surat-menyurat dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan/instansi, maka peneliti tertarik untuk mengkaji “ Prosedur PengelolaanSurat Masuk Dan Surat Keluar Pada Kementrian Agama RI”
1.2 PerumusanMasalah
        Bertitik tolak pada uraian latar belakang diatas maka permasalahan
yang diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana prosedur pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada
kantor Kementrian Agama RI ?
2. Kendala-kendala apa yang dihadapi oleh kantor Kementrian Agama RI
dalam pengelolaan surat masuk dan suratkeluarnya ?
3. Bagaimana prosedur setelah surat keluar ?
1.3 Tujuan Penelitian
        Sesuai dengan permasalahan yang dikemukakan diatas, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui prosedur pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada  
    Kementrian Agama RI.
2. Untuk mengetahui kendala-kendala apa yang dihadapi oleh kantor  
    Kementrian Agama RI dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluarnya.
1.4  Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi penulis
Penelitian ini diharapkan sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan dalam dunia kerja yang sesungguhnya dan sebagai sarana untuk menganalisi sejauh mana teori yang dipelajari sesuai dengan praktek tentang prosedur surat masuk dan surat keluar yang baik dan benar.
2. Instasi terkait
Sebagai bahan masukan bagi instasi, khusunya mengenai prosedur pengeloaan surat, baik surat masu
k maupun surat keluar.
3. Bagi Perguruan Tinggi
Sebagai refensi dan informasi bagi mahasiswa yang akan menyusun laporan tugas akhir.
1.5  Sistematika Penulisan Tugas Akhir
       Sistematika penulisan tugas akhir merupakan garis besar penyusunan yang memudahkan pemikiran dalam pemahaman secara keseluruhan ini dari tugs akhir ini. Adapun sistematika dalam penyusunan tugas akhir meliputi bagian pengatar yang terdiri atas judul tugas akhir, pengesahan, kata pengatar, daftar isi, daftar lampiran.
       Sedangkan untuk bagian utama meliputi BAB I pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sitematika penelitian, Untuk BAB II pembahasan yang terdiri dari tinjauan perusahaan umum, tinjuan teroritis, Tinjauan praktek, untuk BAB III penutup yang terdiri dari kesimpulan, saran dan kata penutup.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Tinjauan Umum Permasalahan   
A. Sejarah Singkat Perusahaan
         Realitas politik menjelang dan masa awal kemerdekaan menunjukkan bahwa pembentukan Kementerian Agama memerlukan perjuangan tersendiri. Dalam rapat besar (sidang) Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), tanggal 11 Juli 1945 Mr. Muhammad Yamin mengusulkan perlu diadakannya kementerian yang istimewa, yaitu yang berhubungan dengan agama yakni Kementerian Islamiyah yang menurutnya memberi jaminan kepada umat Islam (masjid, langgar, surau, wakaf) yang di tanah Indonesia dapat dilihat dan dirasakan artinya dengan kesungguhan hati. Tetapi usulnya tentang ini tidak begitu mendapat sambutan.
         Pada waktu Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melangsungkan sidang hari Minggu, 19 Agustus 1945 untuk membicarakan pembentukan kementerian/departemen, usulan tentang Kementerian Agama tidak disepakati oleh anggota PPKI. Hanya enam dari 27 Anggota PPKI yang setuju didirikannya Kementerian Agama. Beberapa anggota PPKI yang menolak antara lain: Johannes Latuharhary mengusulkan kepada rapat agar masalah-masalah agama diurus Kementerian Pendidikan. Abdul Abbas seorang wakil Islam dari Lampung, mendukung usul agar urusan agama ditangani Kementerian Pendidikan. Iwa Kusumasumatri, seorang nasionalis dari Jawa Barat, setuju gagasan perlunya Kementerian Agama tetapi karena pemerintah itu sifatnya nasional, agama seharusnya tidak diurus kementerian khusus. Ki Hadjar Dewantara, tokoh pendidikan Taman Siswa, lebih suka urusan-urusan agama menjadi tugas Kementerian Dalam Negeri. Dengan penolakan beberapa tokoh penting ini, usul pembentukan Kementerian Agama akhirnya ditolak.
       Keputusan untuk tidak membentuk Kementerian Agama dalam kabinet Indonesia yang pertama, menurut B.J. Boland, telah meningkatkan kekecewaan orang-orang Islam yang sebelumnya telah dikecewakan oleh keputusan yang berkenaan dengan dasar negara, yaitu Pancasila, dan bukannya Islam atau Piagam Jakarta.
       Ketika Kabinet Presidensial dibentuk di awal bulan September 1945, jabatan Menteri Agama belum diadakan. Demikian halnya, di bulan November, ketika kabinet Presidensial digantikan oleh Kabinet Parlementer di bawah Perdana Menteri Sjahrir. Usulan pembentukan Kementerian Agama pertama kali diajukan kepada BP-KNIP (Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat) pada tanggal 11 November 1946 oleh K.H. Abudardiri, K.H. Saleh Suaidy, dan M. Sukoso Wirjosaputro, yang semuanya merupakan anggota KNIP dari Karesidenan Banyumas. Usulan ini mendapat dukungan dari Mohammad Natsir, Muwardi, Marzuki Mahdi, dan Kartosudarmo yang semuanya juga merupakan anggota KNIP untuk kemudian memperoleh persetujuan BP-KNIP.
       Kelihatannya, usulan tersebut kembali dikemukakan dalam sidang pleno BP-KNIP tanggal 25-28 November 1945 bertempat di Fakultas Kedokteran UI Salemba. Wakil-wakil KNIP Daerah Karesidenan Banyumas dalam pemandangan umum atas keterangan pemerintah kembali mengusulkan, antara lain; Supaya dalam negara Indonesia yang sudah merdeka ini janganlah hendaknya urusan agama hanya disambillalukan dalam tugas Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan atau departemen-departemen lainnya, tetapi hendaknya diurus oleh suatu Kementerian Agama tersendiri.
Usul tersebut mendapat sambutan dan dikuatkan oleh tokoh-tokoh Islam yang hadir dalam sidang KNIP pada waktu itu. Tanpa pemungutan suara, Presiden Soekarno memberi isyarat kepada Wakil Presiden Mohamad Hatta, yang kemudian menyatakan, bahwa Adanya Kementerian Agama tersendiri mendapat perhatian pemerintah. Sebagai realisasi dari janji tersebut, pada 3 januari 1946 pemerintah mengeluarkan ketetapan NO.1/S.D. yang antara lain berbunyi: Presiden Republik Indonesia, Mengingat: Usul Perdana Menteri dan Badan Pekerja Komite Nasional Pusat, memutuskan: Mengadakan Departemen Agama.
         Pengumuman berdirinya Kementerian Agama disiarkan oleh pemerintah melalui siaran Radio Republik Indonesia. Haji Mohammad Rasjidi diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai Menteri Agama RI Pertama. H.M. Rasjidi adalah seorang ulama berlatar belakang pendidikan Islam modern dan di kemudian hari dikenal sebagai pemimpin Islam terkemuka dan tokoh Muhammadiyah. Rasjidi saat itu adalah menteri tanpa portfolio dalam Kabinet Sjahrir. Dalam jabatan selaku menteri negara (menggantikan K.H.A.Wahid Hasjim), Rasjidi sudah bertugas mengurus permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam.
        Kementerian Agama mengambil alih tugas-tugas keagamaan yang semula berada pada beberapa kementerian, yaitu Kementerian Dalam Negeri, yang berkenaan dengan masalah perkawinan, peradilan agama, kemasjidan dan urusan haji; dari Kementerian Kehakiman, yang berkenaan dengan tugas dan wewenang Mahkamah Islam Tinggi; dari Kementerian Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan, yang berkenaan dengan masalah pengajaran agama di sekolah-sekolah.
        Keputusan dan penetapan pemerintah ini dikumandangkan di udara oleh RRI ke seluruh dunia, dan disiarkan oleh pers dalam, dan luar negeri, dengan H. Rasjidi BA sebagai Menteri Agama yang pertama Pembentukan Kementerian Agama segera menimbulkan kontroversi di antara berbagai pihak. Kaum Muslimin umumnya memandang bahwa keberadaan Kementerian Agama merupakan suatu keharusan sejarah dan merupakan kelanjutan dari instansi yang bernama Shumubu (Kantor Urusan Agama) pada masa pendudukan Jepang, yang mengambil preseden dari Het Kantoor voor Inlandsche Zaken (Kantor untuk Urusan Pribumi Islam pada masa kolonial Belanda. Bahkan sebagian Muslim melacak eksistensi Kementerian Agama ini lebih jauh lagi, ke masa kerajaan-kerajaan Islam atau kesultanan, yang sebagiannya memang memiliki struktur dan fungsionaris yang menangani urusan-urusan keagamaan.
2.2 Tinjuan Teroritis
2.2.1 Fungsi Dan Kedudukan Surat Dalam Kinerja Kantor
Selain sebagai sarana komunikasi surat juga mempunyai fungsi lain :
Menurut Barthos (1989 : 36) surat mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Wakil dari pengirim atau penulis.
2.  Bahan Pembukti.
3. Pedoman dalam mengambil tindakana lebih lanjut.
4. Alat pengukur kegiatan organisasi.
5. Sarana memperpendek jarak (fungsi abstrak).
Sedangkan fungsi surat menurut Silmi (2002 : 2) antara lain :
1. Surat berfungsi sebagai sarana komunikasi, surat merupakan sarana    
    komunikasi yang ekonomis, efektif dan praktis.
2. Wakil, surat menjadi wakil dari pembuat surat yang membawa pesan,
misi atau informasi yang hendak disampaikan kepada penerima.
3. Bahan bukti, mengingat surat merupakan sarana komunikasi secara
tertulis, maka surat dapat dijadikan bahan bukti yang mempunyai kekuatan hokum.
4. Sumber data, surat dapat menjadi sumber data yang dapat digunakan
untuk informasi atau petunjuk keterangan untuk di tindak lanjuti.
5. Bahan pengingat, Surat mengingatkan seseorang dalam kegiatan atau
aktifitasnya dimasa lalu yang bisa dipergunakan untuk melakukan
kegiatan selanjutnya baginya.
6. Jaminan, Surat dapat menjadi surat jaminan, seperti jaminan
    keamanan pada surat jalan, jaminan tanggungan pada surat gadai dan
    lain sebagainya.
7. Alat pengikat, Surat dapat digunakan untuk mengikat antara dua
    pihak dengan kekutan hukum, semisal dalam surat kontrak.
8. Alat promosi, Surat dapat menjadi alat promosi bagi biro, kantor atau
perusahaan pengirim surat kepada penerima surat atau siapapun juga
yang membaca surat tersebut.
9. Alat untuk penghematan, Surat dapat menghemat, baik waktu, tenaga
dan juga biaya, karena selembar surat telah dapat mewakili kedatangan pembuat surat secara nyata.
Dari fungsi surat diatas dapat diketahui kedudukan surat dalam kinerja kantor meliputi sebagai berikut :
1. Surat mempunyai kedudukan sebagai wakil dari pengirim atau   
    penulis.
2. Surat berkedudukan sebagai pedoman dalam mengambil tindakan 
    lebih lanjut.
3. Surat berkedudukan sebagai jaminan.
2.2.2 Macam Surat
Menurut Pratjihno, dalam Moekijat (1982 : 51) ada tiga macam suratantara lain :
1. Surat perniagaan, yaitu surat yang dibuat oleh badan-badan  
perniagaan/  perindustrian;
2. Surat jabatan atau surat dinas, yaitu surat yang dibuat oleh Kantor-    
     Kantor Pemerintah;
3. Surat-surat yang tidak termasuk surat perniagaan dan surat dinas,   
didalam golongan ini termasuk diantaranya surat kekeluargaan .
Menurut Ismael, dalam Moekijat (1982 : 52) menyebutkan bahwa suratada dua macam, yaitu:
1. Korespondensi partikelir, yaitu surat-menyurat antara kaum keluarga atau  
    sahabat kenalan.
2. Korespondensi resmi
3. Antara jawatan dengan jawatan.
4. Antara jawatan dengan orang partikelir dan sebaliknya.
5. Antara pengurus suatu perkumpulan dengan anggotanya atau sebaliknya.
6. Antara pedagang dengan kaum pedagang; antara kaum pedagan dengan  
jawatan pemerintah dan sebaliknya; antara pedagang dengan orang partikelir dan sebaliknya.
Macam-macam surat menurut Barthos (1989 : 37-39) antara lain :
Macam-macam surat dibedakan menurut wujudnya antara lain :
1.  Kartu pos
2.  Warkat pos
3.  Surat bersampul
4.  Memorandum dan Nota
5.  Telegram
6.  Surat pengantar
Macam-macam surat dibedakan berdasarkan tujuannya antara lain :
1. Surat pemberitahuan
2. Surat perintah
3. Surat permintaan
4. Surat peringatan
5 Surat panggilan
6. Surat susulan
7. Surat keputusan
8. Surat laporan
9. Surat perjanjian
10. Surat penawaran, pesanan dan lain-lain.
Macam-macam surat menurut sifat isi dan asalnya dibedakan sebagai berikut :
1. Surat dinas.
2. Surat Niaga.
3. Surat pribadi.
4. Surat yang isinya masalah sosial.
Macam-macam surat menurut jumlah penerimanya dibedakan sebagai berikut :
1. Surat biasa, surat ini untuk satu orang (pejabat/ organisasi).
2. Surat edaran, untuk beberapa orang/ pejabat/ organisasi.
3. Surat pengumuman, untuk sekelompok masyarakat.
Macam-macam surat menurut keamanan isinya dibedakan sebagai
berikut :
1. Surat sangat rahasia.
2. Surat rahasia.
3. Surat biasa.
Macam-macam surat menurut urgensi penyelesaiannya dibedakan
sebagai berikut :
1. Surat sangat rahasia.
2.  Surat segera.
3. Surat biasa.
Surat menurut prosedur pengurusannya dibedakan menjadi beberapa
macam yaitu :
1. Surat masuk
2. Surat keluar
Surat menurut jangkauannya dibedakan menjadi beberapa macam
antara lain :
1. Surat Internal
2. Surat Eksternal
Menurut Wirladihardjo (1991 : 66 - 68), macam-macam surat dibedakan sebagai berikut :
1. Surat yang besifat penyampaian berita.
2. Surat yang bersifat memberikan keterangan, tugas/ perintah atau hak.
3. Surat yang isinya harus segara disampaikan.
4. Surat yang berupa catatan/ naskah yang bersifat dokumen/ alat
pembuktian.
5. Surat yang sifatnya Teknis Statuter.
6. Surat yang berupa peraturan pelaksanaan dari peraturan perundang-
undangan
7. Surat dan dokumen yang bersifat teknis lainnya.
2.2.3 Prinsip-Prinsip Surat
          Menurut Moekijat (1982 : 52) ada empat prinsip yang akan memungkinkan dalam menlis sepucuk surat agar memeberikan kesan yang baik dan pada waktu bersamaan menympaikan arti yang sebenarnya mengenai apa yang dikatakan, prinsip tersebut meliputi :
1. Keringkasan, ini berarti bahwa surat harus pendek, walaupun ada       
beberapa surat yang panjang akan tetapi adalah masih mungkin  menggunakan jumlah kata yang sedikit-sedikitnya untuk   menyatakan     arti yang penulis  ingin sampaikan.
2. Kejelasan, tidak boleh ada arti dua, misalkan kata “apakah yang  
dimaksud ini apa itu?” maka surat tersebut dikatakan tidak jelas.
3. Keserdehanan, dalam pembuatan surat kata-kata yang sederhana akan
memberikan arti yang lebih jelas daripada menggunakan kata-kata yang panjang dan sulit.
2.2.4 Sistem filing
Menurut Mulyono (1984 : 12), ada lima dasar pokok sistem bagi penyelenggaraan filing/ arsip yang dapat dipergunakan, yaitu :
1. Sistem Abjad
    Sistem abjad adalah suatu sistem penyimpanan yang didasarkan atas  
    urutan abjad, jadi pemberian kode warkat yang akan disimpan dalam
    arsip mernggunakan abjad dari A-Z.
2. Sistem Pokok Soal (Subyek)
    Sistem penyimpanan arsip yaang didasarkan atas perihal surat (pokok 
    soal isi surat)
3. Sistem Tanggal
    Sistem tanggal adalah penyimpanan yang didasarkan atas tanggal
surat atau tanggal penerimaan surat.
4. Sistem Nomor
1. Sistem Klasifikasi Desimal, sistem ini sering dikenal dengan sistem Dewey
2. Sistem Terminal Digit, sistem penyimpanan berdasarkan nomor terakhir
3. Sistem Wilayah
Sistem Wilayah merupakan suatu sistem penyimpanan yang dikelompokkan atas wilayah-wilayah tertentu.
2.2.5 Asas penyimpanan filing
 Menurut Wursanto (1991 : 171) dalam penyelenggaraan penyimpanan warkat/ surat dikenal tiga macam asas yaitu ;
1. Asas Sentralisasi
    Penyimpanan warkat/ surat dengan mempergunakan asas sentralisasi
    adalah penyimpanan warkat atau surat yang dipusatkan (central filing) 
    pada unit  tertentu.
2. Asas Desentralisasi
Penyelenggaraan penyimpanan dengan asas desentralisasi adalah dengan memberikan kewenangan kepada tiap-tiap unit satuan kerja untuk mengurus penyelenggaraan penyimpanan warkat sendiri-sendiri.
3. Asas Campuran
Asas campuran merupakan asas kombinasi antara desentralisasi dengan sentralisasi.
2.3 Tinjauan Praktis
2.3.1 Prosedur Pengelolaan Surat
1. Prosedur Surat masuk
Surat masuk merupakan sarana komunikasi tertulis yang diterima dari instansi lain   atau perorangan, atau bisa dikatakan surat masuk adalah semua jenis surat yang diterima dari instansi lain maupun perorangan, baik yang diterima melalui pos (kantor pos) maupun yang diterima dari kurir (pengirim surat) dengan mempergunakan buku pengiriman (ekspedisi). (Wursanto, 1991 : 108). Pengelolaan surat dalam suatu instansi dapat digolongkan menurut penggolongan jenis surat, yaitu surat penting, surat biasa, surat rahasia, surat surat pribadi. Menurut Wursanto (1991 : 110-128) pada dasarnya pengelolaan surat masuk dibagi menjadi tiga langkah, yaitu :
1. Penerimaan surat
     Sebaiknya semua penerimaan surat masuk ditangani oleh suatu unit tersendiri, yaitu unit kearsipan. Sistem penerimaan surat semacam ini kita namakan sistem satu pintu atau kebijaksanaan satu pintu.
 
Menurut cara pengirimannya, penerimaan surat dibedakan Menjadi 2 :
1. Surat-surat yang diterima melalui Pos dan Telkom, yang dapat  
dibedakan menjadi dua macam, yaitu ; surat-surat yang diantar oleh petugas pos dan dan surat-surat yang diambil sendiri oleh petugas dari kantor yang bersangkutan.
2. Surat-surat yang diterima melalui pengantar surat, kurir atau cara dari kantor pengirim. Penerimaan surat yang tidak sesuai prosedur atau atau surat yang diterima langsung oleh pejabat yang bersangkutan atau oleh unit kerja yang bersangkutan maka pejabat atau unit kerja yang menerima surat-surat tersebut harus segera memberitahukan kepada unit kearsipan agar dapat diadakan pencatatan seperlunya sesuai dengan ketentuan atau prosedur yang ditentukan.
2. Penyortiran surat
       Penyortiran surat masuk adalah kegiatan memisahkan surat-surat yang diterima dari kantor / instansi lain kedalam kelompok atau golongan-golongan yang telah ditentukan. Surat masuk dapat dikelompokkan dalam tiga macam :
  1.  Surat pribadi
  2.  Surat dinas
  3. Surat-surat dinas maupun surat-surat pribadi yang harus dikembalikan karena salah alamat.
3. Pembukaan surat
        Pembukaan surat ialah kegiatan yang dilakukan oleh seorang petugas dalam bidang kearsipan untuk mengeluarkan surat dari dalam sampul surat atau dari dalam amplop untuk diadakan pemrosesan lebih lanjut. Setelah surat dikeluarkan langkah selanjutnya adalah mengadakan pemeriksaan surat, yang meliputi beberapa hal antara lain:
1. Alamat, apakah alamat yang tertulis pada amplop (alamat amplop) benar-benar sama cocok dengan alamat yang ditulis pada surat (alamat dalam atau alamat surat).
2. Tanda tangan dan cap, surat dinas Dinegara kita (khususnya di instansi-instansi pemerintah) dianggap sah apabila sudah dibutuhi cap dan tanda tangan dari instansi yang bersangkutan.
3. Nomor dan tanggal surat, Nomor dan tanggal surat diperlukan untuk dicatat didalam buku agenda atau     didalam kartu indeks.
4. Pokok soal atau perihal, untuk dicatat didalam buku agenda atau didalam kartu indeks, untuk mengetahui perihal surat maka harus membaca isi surat secara keseluruhan.
5. Lampiran surat, untuk mengetahui jenis dan jumlah lampiran maka harus benar-benar diteliti dan dibaca satu-persatu setiap lampiran.
2. Prosedur Surat Keluar
        Menurut Widjaja (1990 : 37 ) surat keluar adalah surat yang dikeluarkan oleh organisasi atau instansi yang ditujukan kepada organisasi atau perseorangan diluar organisaasi tersebut. Sedangkan pengertian surat keluar menurut Wursanto (1991 : 144 ) adalah surat yang sudah lengkap (bertanggal, bernomor, berstempel, dan telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang ) yang dibuat oleh suatu instansi, kantor atau lembaga untuk ditujukan/ dikirim kepada instansi, kantor atau lembaga lain. Menurut Widjaja (1990 : 37 ), didalam pembuatan surat keluar ada beberapa langkah-langkah penting yang harus dilakukan yaitu :
1. Pembuatan Konsep Surat
Konsep surat hendaknya dibuat dan disusun secara rapi sehingga memudahkan juru ketik untuk mengetiknya.
2. Persetujuan Konsep
Sebelum konsep surat siap untuk diketik, terlebih dahulu diperiksa apakah sudah memenuhi persyaratan atau belum dan sebagai tanda. persetujuan terhadap konsep surat tersebut maka pejabat yang berkepentingan membubuhi tanda tangan.
3. Pengetikan Surat

Setelah konsep disetujui maka selanjutnya konsep surat diketik, sebelum surat di tanda tangani oleh pejabat yang berwenang maka surat diperiksa terlebih dahulu apakah surat sudah sesuai dengan konsep surat.
4. Pemberian Nomor
Pemberian nomor surat dilakukan oleh petugas pencatat surat sesuai dengan urutan pada buku agenda surat keluar.
5. Penyusunan Surat
Kegiatan penyusunan surat meliputi ; pemisahan surat apabila ada tembusannya, lembar yang digunakan sebagai arsip dikelompokkan, apabila terdapat lampiran maka diadakan pemeriksaan.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pembelajaran di dunia kerja adalah suatu strategi yang memberi peluang peserta mengalami proses belajar rmelalui dunia industri secara langsung .Dengan adanya Prakerin saya dapat merasakan bagaimana pelaksanaan praktik langsung di lingkungan kerja yang di sampingi pembimbing secara langung oleh pihak industri.
Prakerin dapat menunjang siswa untuk menjadi tenaga kerja menengah yang ahli dan profesional dalam bidangnya yang mampu memenuhi nasional atau bahkan internasional. Dengan begitu siswa/siswi akan mempunyai sikap yang akan menjadi bekal dasar pengembangan diri secara berkelanjutan dan dapat mengamalkan apa yang telah di perolehnya, dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun kesimpulan mengenai tempat prakerin ini adalah :
1. Perusahaan ini mempunyai fasilitas yang memadai bagi para pegawai.
2. Untuk memulai usaha harus dilakukan dari dasar dilakukan dari dasar
sehingga akan menjadi sukses.
3. Produk yang berkualitas maka akan memperoleh penghargaan dari
konsumen.
3.2 Saran
Beberapa hal yang kami temukan di lapangan saat pelaksanaan prakerin yang sebagian kecil justru tidak kami temukan saat mengikuti pembelajaran di kelas. Terkait denga ini saya ajukan beberapa saran antara lain :
1. Sekolah perlu memberikan penekanan pada masalah budaya kerja yang berlaku pada instasi pemerintah maupun swasta. Dengan demikian apabila siswa melakukan Prakerin sehingga pada instasi maksud, para siswa akan dapat menyelesaikan diri dengan mudah.
2. Sekolah hendaknya lebih meningkatkan sosialisasi ke dunia industri, untuk lebih mengetahui kemajuan teknologi ini.
3.3 Kata Penutup
    Dengan Mengucapkan Syukur Alhamdulillah atas segala yang telah di limpahkan oleh ALLAH SWT, bahwa penulis telah mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam menyelesaikan laporan ini dengan baik tanpa mengakami hambatan berarti.
 Keberhasilan pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini sangat di butuhkan oleh para siswa atau siswi agar bias mengikuti salah satu syarat untuk menempuh UAS/UAN, sehingga dengan di buatnya PRAKERIN ini di harapkan dapat di jadikan acuan bagi kelancaran pelaksanaan Praktek Kerja Industri, terutama pada tahap awal kerja berkaitan dengan paket keahlian yang ada di Dunia usaha atau dunia industri.
 Penulis mengharapkan agar semua penjelesan di dalam laporan yang telah tersusun dengan rapi sesuai dengan tujuan siswa atau siswi ini. Penulis telah berusaha menyusun dan mengerjakan laporan ini dengan rapih dan jelas agar dapat mudah di mengerti serta di pahami bagi para pembacanya.
  
DAFTAR PUSAKA

Hadi, Sutrisno. 2000, Metodologi Rescarch, Yogyakarta : Andi
Silmi, Sikka Mutiara. 2002, Panduan Menulis Surat Lengkap. Yogyakarta : Abolut
Wursanto, Ignatius. 1991, Kearsipan I. Yogyakarta : Kanisius
Widjaja, A.W. 1990, Administrasi Kearsipan. Jakarta : Cv Rajawali
Sukirno hadi. 2008. Gunungan jogja,
Di ambil dari : www.hadisukirno.co.id (20 juli 2008)
Amikom. 2017. Info kampus
Di ambil dari : https://www.amikom.ac.id (2017)
Anton.2015. Sejarah candi borobudur
Di ambil dari : www.anton-nb.com (September 2015)
Wikipedia.2010. Gunung Merapi
Di ambil dari : https://id.wikipedia.org/wiki/gunung_merapi (2010)
Wikipedia.2010. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Di ambil dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Ngayogyakarta_Hadiningrat (2010)
  
LAMPIRAN
1. Perjalanan Study Tour Yogyakarta
Study tour ini dilaksanakan di Yogyakarta dan sekitarnya.
Adapun obyek-obyek yang dikunjungi antara lain :
a. STMIK AMIKOM
Mengunjungi STMIK AMIKOM yang beralamat di Jl. Ringroad, Sumberan, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman, DI Yogyakarta.
b. Obyek Wisata
• Candi Borobudur
• Merapi Jeep Tour
• Kraton Yogyakarta
Adapun waktu pelaksanaan study tour Yogyakarta yaitu pada tanggal 02 Maret 2019 sampai tanggal 05 Maret 2019 (selama 4 hari). Mulai berangkat dari sekolah yaitu tanggal 02 Maret 2019 pada pukul 06.30 WIB dan kembali lagi kesekolah tanggal 05 Maret 2019 pada pukul 22.00 WIB.
Hari pertama pada tanggal 02 Maret 2019 pukul 05.30 WIB semua kumpul di SMK SATRIA untuk diberikan pengarahan dari panitia. Kemudian semua siswa memasuki bus yang telah ditetapkan. Pada pukul 06.30 WIB perjalanan dimulai. Sebelum berangkat kita semua berdo’a bersama agar selamat sampai tujuan dan tidak ada halangan apapun dalam perjalanan. Pada pukul 12.30 WIB kami tiba di Pejagan untuk istirahat, sholat serta makan siang di Rest Area 228 Pejagan. Setelah selesai bersitirahat kami langsung berangkat kembali dan tiba di RM Grafika Kalasan pada pukul 20.00 WIB untuk istirahat, makan dan sholat. Selanjutnya kami melanjutkan perjalan dan tiba di Hotel pada pukul 21.00 WIB kemudian kita semua istirahat.
Hari ke dua pada tanggal 03 Maret 2019 pukul 04.30 WIB kami mandi dan sholat. Lalu pada pukul 06.00 WIB kami sarapan pagi di hotel. Pada pukul 07.30 WIB kami berangkat mengunjungi Candi Borobudur. Kemudian pada pukul 12.00 WIB kami tiba di RM Progosari untuk istirahat, makan dan sholat. Pada pukul 13.30 WIB kami berangkat menuju Wisata Merapi. Setelah itu kami berangkat menuju RM Muara Kapuas 2 pada pukul 18.30 WIB untuk makan malam. Kemudian pada pukul 18.30 WIB kembali ke hotel untuk istirahat sejenak, dan sholat lalu menuju ke Malioboro untuk membeli oleh-oleh.
Hari ke tiga pada tanggal 04 Maret 2019 pukul 04.30 WIB kami mandi dan sholat. Lalu pada pukul 06.00 WIB kami sarapan pagi di hotel. Pada pukul 07.30 WIB kami berangkat mengunjungi Kraton Yogyakarta dan tiba disana pada pukul 08.30 WIB. Pada pukul 12.00 WIB kami istirahat, sholat dan makan di RM Jogja Asri. Kemudian bertangkat menuju AMIKOM pada pukul 13.30 WIB. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Malioboro pada pukul 15.30 WIB. Lalu pada pukul 19.00 makan malam di Hotel Matahari dan kembali ke hotel pada pukul 20.00 WIB.
Hari ke empat pada tanggal 05 Maret 2019 pukul 04.30 WIB kami mandi dan sholat dan merapihkan seluruh barang-barang bawaan kita serta memastikan seluruh barang milik pribadi tidak tertinggal di hotel. Lalu pada pukul 06.30 WIB kami sarapan pagi di hotel. Pada pukul 07.00 WIB kami bersiap-siap check out dari hotel. Kemudian pada pukul 08.00 WIB berangkat menuju Jakarta, sebelum memulai perjalanan kami berdoa bersama akan sampai Jakarta dengan selamat. Pukul 12.00 WIB istirahat, sholat dan makan di RM Kurnia Jawa Timur Kendal. Kemudian tiba di Cirebon pada pukul 18.00 WIB untuk istirahat, sholat dan makan di RM Pringsewu, Gronggong. Dan tiba di Jakarta pada pukul 21.00 WIB

1. Hotel KJ Jogjakarta
 Perjalanan yang cukup panjang, akhirnya kami tiba di Hotel KJ sekitar pukul 21.00 WIB lalu menunggu proses check in. Disana kami arahkan untuk masuk ke kamar, dengan membawa kartu kamar untuk segera istirahat. Setibanya di kamar kami pun menaruh barang bawaan kami. Kami pun tertidur lelap karena kondisi fisik kami sudah lelah setelah menempuh perjalanan pulang.
2. Universitas AMIKOM Jogjakarta (Jawa Tengah)
SMTIK AMIKOM JOGJAKARTA adalah sebuah perguruan tinggi hasil pengembangan dari Akademi Manajemen Informatika dan Komputer “AMIKOM JOGJAKARTA”. AMIKOM Yogyakarta sebagai lembaga tingi yang didirikan berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 084/D/O/1994 tentang pemberian status Terdaftar kepada Jurusan /Program Studi untuk jenjang Program Studi D-III pada AMIKOM Yogyakarta di DIY dan bernaung di bawah Yayasan “AMIKOM YOGYAKARTA”.
AMIKOM Yogyakarta memiliki Program Studi Manajemen Informatika dan Teknik Informatika. Program studi ini masing-masing dikelola oleh seorang Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan yang didukung oleh perangkat dosen dan Staff Administrasi.
Seiring dengan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan sekaligus untuk mmenuhi kebutuhan tenaga ahli yang memahami dan terampil di bidang tersebut, maka AMIKOM menambah program S-1 dan berubah menjadi SMTIK AMIKOM YOGYAKARTA.
Penyelenggaran Program Studi Sistem Informasi untuk jenjang Program Sarjana (S1) seacar khusus di dukung oleh Dapartemen Pendidikan Nasional, dengan surat Direktur Jendral Pendidikan Tinggi
Nomor : 2704/D/T/2004 perihal Perpanjangan Ijin Penyelenggaraan Program Studi pada SMTIK AMIKOM YOGYAKARTA.
Badan Hukum                                    : Yayasan AMIKOM Yogyakarta
Berdiri                                                   : 11 Oktober 1994
Akte Pendirian                                  : 17 April 2008
Alamat                                                  : Jalan Ring Road Utara Condong Catur Depok- Sleman
Telpon                                                  : 0274-884201-204
Faksimili                                               : 0274-884208
Website                                               : http://www.amikom.ac.id
Email                                                     : amikom@amikom.ac.id

3. Ketep Pas Merapi Kaliurang
 Setelah puas berkunjung ke Univertas AMIKOM, kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Ketep Pas Merapi Kaliurang dengan Menggunakan mobil jeep. Di perjalanan kami berhenti di sebuah tempat yang memperlihatkan sebuah tragedi bukti nyata yaitu sisa-sisa tragedi letusan Gunung Merapi. Disana kami melihat banyak sekali foto kejadian-kejadian akibat letusan Gunung merapi. Tidak berapa lama kami melanjutkan perjalanan menuju puncak merapi, namun perjalann harus melalui banyak rintangan.
Adapun sejarah Ketep Pas Merapi Kaliurang salah satunya yaitu :
 Gunug Merapi (ketinggian puncak 2.930 MDPL, per 2010) adalah gunung berapi di bagian tengah pulau jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istemewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kawasan hutan yang di sekitar puncaknya menjadi kawasan Tama Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004. Ketep Pass adalah salah satu sebuah objek wisata di Ketep Sawagan, Magelang, Jawa Tengah. Ketep pas ini merupakan Obyek Wisata alam Yang dikembangkan dengan ciri khas wisata kegunungapian, khusunya Gunung Merapi. Pada Tanggal 17 Oktober 2002, Ketep Pass diresmikan sebagai kawasan wisata jalur Solo-Selo-Bororbudur (SBB) oleh presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri.
4. Kraton Jogjakarta
Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan karya wisata ke lokasi keraton jogja, jam 08.00 wib kami berangkat menuju tujuan yang jaraknya tidak jauh dari hotel penginapan kami sekitar 30 menit kami tiba, dan kami harus berjalan kaki untuk menuju pintu masuk keraton. Kurang lebih jam 09.00 wib kami berbaris untuk membeli tiket masuk seharga Rp.5000 untuk biaya dokumentasi berupa foto setelah itu kami mulai memasuki area keraton dan ditempat tersebut banyak barang-barang antik seperti patung, gamelan, rumah adat, kramik, dll. Kami berkeliling mengitari keraton ditemani oleh pemandu tour keraton hongga beberapa jam, Kami selesai berkeliling sekitar jam 11.00 wib dan langsung menuju bis, dan melanjutkan perjalanan ke lokasi selanjutnya Sejarah keraton berdasarkan yang kami dapat yaitu : Kraton Ngayogyakarta Hadinigrat merupakan istana resmi kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di kota Yogyakarta, Daerah Istemewa Yogyakarta, Indonesia. Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih mejalankan tradisi kesultanan hingga saat ini.Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pessanggarahan ini gunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata ir, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan beringin.
5. Candi Borobudur Jogjakarta
Candi Borobudur merupakan warisan budaya Indonesia yang sudah terkenal sampai ke seluruh dunia bangunan ini merupakan Candi Budha terbesar didunia dan ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO,bentuknya yang megah dan detail arsitekturnya yang unik membuat semua orang ingin mengunjungi Candi Borobudur yang penasaran dengan ceritanya, Borobudur mencuri perhatian dunia sejak HC Cornelius menemukan lokasinya atas perintah Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814. Pekerjaan menggali lokasi yang diduga monumen besar kemudian dilanjutkan oleh Hotman salah satu pejabat pemerintah Belanda yang saat itu para arkeolog berlomba lomba mencari tahu asal usul candi budha terbesar didunia ini.Sejarah berdirinya Candi Borobudur diperkirakan dibangun pada tahun 750 Masehi oleh Kerajaan Syailendra yang pada waktu itu menganut agama Budha, pembangunan itu sangat misterius karena manusia pada abad ke 7 belum mengenal perhitungan arsitektur yang tinggi tetapi Borobudur dibangun perhitungan arsitektur yang canggih, hingga kini tidak satu pun yang dapat menjelaskan bagaimana  ini cara pembangunan dan sejarah Candi Borobudur.
Perjalanan Pulang
 Setelah lelah mengunjungi tempat-tempat wisata, kami beristirahat di hotel untuk terakhir kalinya sebelum kepulangan kami pada keesokan harinya. Pada malam harinya kami di perbolehkan untuk mengunjungi Malioboro, disana kami membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang, setelah dari Maliboro kami pulang ke hotel untuk istirahat dan merapikan barang bawaan kami. Dan saat paginya kami bersiap untuk pulang dengan menaiki bus yang sama. Diperjalanan kami tertidur karena terlalu lelah, tidak terasa langit sudah gelap. Di malam dan shalat. Saat menjelang dini hari, kami tiba kemabali di Jakarta pada pukul 08.00 WIB.
Biodata Penulis
Nama                                     : Rizky Solehudin
Tempat /Tanggal lahir    : Jakarta, 06 juni 2002
Agama                                  : Islam
Alamat                                  : Jl. Kmp Bugis No.45
Status                                   : Pelajar
Asal Sekolah                       : - TK RAUDHATU AL-MUJAWWIDIN
      - SD 03 pagi
      - SMP Budi Murni 2

Riwayat Hidup Penulis
Rizky Soleh Udin di Jakarta pada tanggal 06 Juni 2002 dari ayah yang bernama Surhano dan ibu yang bernama Siti Nur Hidayah. Beragama islam dan berkewarganegaraan Indonesia. Memulai pendidikan tahun 2007-2008 di TK RAUDHATU AL-MUJAWWIDIN , melanjutkan ke-sekolah dasar (SD) Negeri 06 Pagi pada tahun 2008-2014. Setelah 6 tahun jenjang SD lalu melanjutkan ke sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Smp Budi Murni 2 Jakarta barat dari tahun 2014-2017. Pada tahun 2017 penulis mulai memasuki jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di SATRIA (Yayasan Tarbiyah Islamiyah Al-Alawiyah) Yang berlokasi di srengseng Jakarta Barat dan Insya Allah Penulis akan lulus pada tahun 2020. Penulis dapat di hubungi melalui email (rizkyudin70@gmail.com).